Al-Azhar University

Category:

Description

Universitas Al-Azhar di Mesir adalah salah satu universitas tertua di dunia yang berdiri pada tahun 970 – 972 M. Lebih dari 1.000 tahun Universitas ini melahirkan para cendekiawan dan ilmuwan kelas dunia diberbagai bidang terutama bidang Keislaman. Kemasyhuran namanya dikenal di berbagai penjuru dunia. Maka tak heran jika Universitas Al-Azhar menjadi kiblat keilmuan dunia Islam. Pelajar dan mahasiswa yang belajar di sana berasal dari lebih dari 120 negara dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Maka ada istilah jika ingin beribadah pergilah ke Mekkah dan jika ingin belajar ilmu Islam pergilah ke Al-Azhar Mesir.

Di antara alumni Universitas Al-Azhar di Indonesia antara lain; Prof. Dr. Quraish Shihab, KH. Ahmad Mustofa Bisri, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, KH. Hasan Abdullah Sahal, KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, Dr. Alwi Shihab Ust. Abdul Somad, Ust. Habiburrahman El Shirazy, dan lain-lain.

Manhaj Islam Moderat

Manhaj bisa diartikan metode atau jalan. Faktor utama yang menjadikan Al-Azhar sebagai universitas Islam dunia yang favorit bagi generasi muda Islam adalah dakwah Wasathiyah Al-Islam (Islam Moderat). Al-Azhar menerjemahkan ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin. Dengan manhaj ini Al-Azhar menjadi penengah atas konflik horizontal yang terjadi dalam internal umat Islam, yaitu antara kelompok Liberal dan Radikal (ekstrimis). Al-Azhar juga mengutamakan sikap rahmah dalam mendorong persatuan  di antara umat Islam dan dengan umat agama lain tanpa kekerasan dan tanpa menggadaikan akidah.

Al-Azhar tidak membatasi mahasiswnya untuk mempelajari keilmuan tertentu bahkan mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dengan terus mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Kebijakan Al-Azhar dan pemerintah Mesir yang terbuka atas khazanah ilmu pengetahuan menjadikan para alumninya mampu menghormati perbedaan keragaman baik sesame umat Islam maupun dengan umat agama lain. Namun demikian, Al-Azhar tetap mengarahkan anak didiknya dengan diktat yang telah ditetapkan setiap tahunnya. Al-Azhar memberikan kesempatan bagi para mahasiswanya untuk menelaah, memilah dan memilih mana yang baik dan tepat untuk disampaikan dan diterapkan kepada umat di negara masing-masing sesuai dengan kondisi dan latar belakang mereka.

Beasiswa

Setiap tahun Al-Azhar memberikan beasiswa bagi mahasiswa dari berbagai negara dengan ketersediaan beasiswa yang tidak terbatas sesuai dengan prestasi masing-masing mahasiswa. Jenis-jenis beasiswa yang dapat diperoleh ketika kuliah di Universitas Al-Azhar adalah sebagai berikut:

  1. Bebas Biaya Pendidikan. Setiap mahasiswa yang terdaftar di salah satu Fakultas di Universitas Al-Azhar dibebaskan dari biaya pendidikan hingga selesai masa studi. Mahasiswa hanya perlu mengeluarkan biaya untuk membeli buku-buku diktat kuliah yang harganya terjangkau dan biaya administrasi (kartu mahasiswa dan surat keterangan kuliah untuk mendapatkan visa tinggal) sebesar kurang lebih Rp 250.000,- per tahun.
  2. Uang Saku (Minhah). Selain bebas biaya pendidikan, Al-Azhar memberikan minhah berupa uang saku yang nilainya sekitar Rp 640.000,- – Rp 850.000,- per bulan. Uang saku ini diberikan kepada mahasiswa/mahasiswi yang naik tingkat pada tahun pertama dan yang bersangkutan mengajukan diri untuk mendapatkan minhah
  3. Asrama Mahasiswa. Mahasiswa yang sudah mendapatkan minhah seperti di poin nomor 2 juga dapat mengajukan diri untuk dapat tinggal di Asrama Mahasiswa (Madinatul Bu’ust) secara gratis. Selama tinggal di asrama ini mahasiswa akan mendapat fasilitas berupa kamar asrama, makan 3 kali sehari dan fasilitas lainnya seperti tempat tempat olahraga dan fitness secara gratis.

Semua mahasiswa/I  yang kuliah di Al-Azhar memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk mendapatkan ketiga jenis beasiswa dari Universitas Al-Azhar jika memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Selain dari Al-Azhar, mahasiswa juga dapat memilih beasiswa dari lembaga lain seperti Bayt Zakat Al-Kuwaiti yang ada di Mesir. Berbeda dengan Al-Azhar, beasiswa Bayt Zakat hanya diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi. Nilai beasiswanya jugalebih besar dari Al-Azhar. Semakin bagus prestasi di perkuliahan maka semakin besar nominan minhah yang diterima. Tentunya mahasiswa harus memilih salah satu saja.

 Biaya Hidup di Mesir

Dari segi biaya dan lingkungan, tinggal di Mesir tidak jauh berbeda dengan tinggal di kota-kota di Indonesia atau bahkan lebih terjangkau dibandingkan dengan biaya hidup di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya. Biaya hidup di Mesir kurang lebih 1,5 juta Rupiah, tergantung gaya hidup masing-masing mahasiswa, bahkan jika hemat bisa kurang dari angka tersebut. Nominal tersebut sudah meliputi sewa apartemen/tempat tinggal, makan, transportasi ke kampus, tabungan untuk membeli diktat kuliah di awal semester dan biaya komunikasi.

Dari segi lingkungan tempat tinggal, masyarakat Mesir sangat terbuka bagi para mahasiswa asing termasuk dari Indonesia. Dengan demikian mahasiswa baru dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya.

PROSEDUR PENDAFTARAN KE UNIVERSITAS AL-AZHAR

Calon mahasiswa yang berminat kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir setiap tahun semakin banyak. Pendaftar seleksi masuk ke Universitas Al-Azhar tahun 2018 mencapai sekitar 9.800 calon mahasiswa. Sedangkan yang diterima sejumlah sekitar 1.400 orang. Hal ini menunjukkan Unversitas Al-Azhar menjadi salah satu tujuan kuliah favorit.

Pada tahun 2006, Dirjen Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kemenag RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Al-Azhar. Salah satu isi MoU tersebut adalah tentang penyelenggaraan seleksi bagi calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar. Setiap calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke Al-Azhar harus mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru Al-Azhar di Indonesia. Seleksi tersebut harus diikuti oleh calon mahasiswa yang menginginkan beasiswa penuh atau yang memilih jalur beasiswa mandiri.

  1. Beasiswa Penuh

Beasiswa Penuh adalah beasiswa yang diberikan kepada para calon mahasiswa yang telah lulus seleksi program ini. Mereka berhak atas tempat tinggal dan makan di Asrama Mahasiswa sejak awal masuk, uang saku sebesar EGP. 800 atau setara Rp 650.000 Setiap bulan dari Universitas Al-Azhar. Mereka juga mendapatkan tiket pesawat berangkat ke Mesir dan pulang ke Indonesia setelah selesai studi.

Kuota beasiswa penuh ini adalah sebanyak 20 orang untuk diperebutkan calon mahasiswa seluruh Indonesia. Sebanyak 20 orang dengan nilai tertinggi dari peserta yang lulus hasil seleksi dapat akan mendapatkan beasiswa penuh.

  1. Beasiswa Jalur Mandiri

Bagi calon mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa kategori beasiswa penuh namun lulus seleksi akan tetap mendapatkan beasiswa berupa biaya kuliah selama menempuh pendidikan di universitas. Syarat awal yang harus dipenuhi adalah lulus seleksi penerimaan yang dilaksanakan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI bekerjasama dengan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

Pemerintah Indonesia hanya memberikan izin kepada calon mahasiswa baru yang memiliki kompetensi yang cukup untuk mendaftarkan diri ke Universitas Al-Azhar dengan menanggung biaya keberangkatan ke Mesir dan biaya hidup sendiri selama masa studi. Mahasiswa yang termasuk dalam kategori ini berhak mendapatkan beasiswa penuh sebagaimana kategori nomor 1 setelah naik tingkat/naik kelas di tahun pertama dengan mendaftarkan diri begitu hasil ujian tingkat 1 diumumkan.

Tahun 2018, sebanyak kurang lebih 1.400 calon mahasiswa Al-Azhar dinyatakan lulus seleksi. Untuk berhasil lulus pada seleksi penerimaan calon mahasiswa Universitas Al-Azhar memang tidak mudah tetapi bukan sesuatu yang sangat berat. Dengan tekad dan usaha serta bimbingan dari tutor yang mumpuni insya Allah cita-cita untuk berkuliah di negeri para Nabi ada di depan mata.

PERSIAPAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU AL-AZHAR

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti seleksi mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Mesir.

  1. Mempunyai ijazah SMU/MA atau yang setara dengan tahun kelulusan maksimal 3 tahun sebelum pelaksanaan seleksi.
  2. Kemampuan Berbahasa Arab Lisan dan Tulisan
  3. Hafalan Al-Qur’an minimal 2 juz (Juz 1 dan 2)
  4. Pengetahuan Agama Islam seperti dasar-dasar ilmu Tauhid, Tafsir, Hadis, Fikih, dan lainnya.

Materi Ujian:

  1. Ujian Tulis (menggunakan bahasa Arab) meliputi: Bahasa Arab (memahami teks, tata bahasa dan insya’) ditambah Pengetahuan dasar Agama Islam.
  2. Ujian Lisan (menggunakan bahasa Arab) meliputi: Bahasa Arab (percakapan, terjemah dan pemahaman teks) serta hafalan Al-Qur’an minimal 2 juz;

Alangkah baiknya persiapan seleksi ini secara mandiri dilakukan calon peserta setidaknya minimal setahun sebelum mengikuti seleksi, karena hafalan Al-Qur’an dan kemampuan Bahasa Arab tidak dapat diperoleh dalam waktu yang singkat. Adapun sebelum mengikuti seleksi calon peserta bisa mengikuti bimbingan khusus seleksi mahasiswa baru Al-Azhar di lembaga konsultan dan bimbingan seperti El-Hikam Consultant Center (ECC).

Fakultas dan Jurusan di Universtas Al-Azhar

  1. Fakultas Ushuluddin

Fakultas ini adalah fakultas tertua di Universitas Al-Azhar dan sampai sekarang masih menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa Indonesia terbanyak. Penekanan studi pada fakultas ini adalah pemahaman yang murni terhadap dasar-dasar ajaran Islam dan memahami tantangan pemikiran keagamaan, baik secara falsafah, logika, dll.

Setelah naik di tahun ketiga, mahasiswa diperkenankan memilih salahsatu di antara 4 jurusan:

  • Jurusan Tafsir
  • Jurusan Hadis
  • Jurusan Aqidah dan Filsafat
  • Jurusan Dakwah wa Al-Tsaqofah
  1. Fakultas Syariah wal-Qanun

Di Fakultas ini mahasiswa harus menentukan jurusan sejak awal memilih fakultas, yaitu:

  • Jurusan Syariah Islamiyah,

Jurusan ini lebih terkonsentrasi pada pendalaman masalah-masalah fikih, bahkan sedari awal mahasiswa diperkenankan untuk memilih madzhab fikih yang akan ia pelajari (kebanyakan mahasiswa Indonesia memilih madzhab Syafi’i). Kekuatan menghafal menjadi penting difakultas ini karena banyak dalil dan ketentuan yang mau tidak mau harus di hafal.

  • Jurusan Syariah wal-Qanun

Jurusan ini lebih terkonsentrasi pada hukum-hukum internasional dan hukum positif lainnya, dan lebih dekat ke hukum-hukum positif negara Mesir yang bersumber dari Prancis. Kuliah di jurusan ini cukup berat, dikarenakan tebalnya materi yang dipelajari, ditambah banyak kosakata arab kontemporer yang menuntut kita, belajar lebih giat. Lama masa studi di jurusan ini sedikit berbeda dengan jurusan lain yaitu 5 tahun.

  1. Fakultas Bahasa Arab

Fakultas ini terbagi 3 Jurusan:

  • Bahasa Arab dan Sastra
  • Budaya dan Peradaban
  • Jurnalistik dan Media Massa

Ketiga jurusan ini dimulai dari tahun pertama kuliah. Kebanyakan mahasiswa Indonesia mengambik jurusan Bahasa Arab dan Sastra. Untuk masuk jurusan ini mahasiswa dituntut sudah memahami dasar-dasar bahasa Arab. Karena di jurusan ini kita akan dikenalkan dengan kebudayaan Arab dan sastranya yang tinggi.

  1. Fakultas Studi Islam dan Arab.

Fakultas sesuai bagi Anda yang ingin mendalami Studi Keislaman dan Arab secara umum. Disini kita akan mendapatkan seluruh pelajaran yang diajarkan di Fakultas-fakultas lain seperti Syariah, Ushuluddin dan Bahasa. Oleh karena itu mata kuliah di faklutas ini bisa dikatakan yang terbanyak. Di Fakultas ini kita dituntut untuk selalu belajar dan tidak menumpuk materi sampai menjelang ujian, karena itu akan berdampak fatal. Kelebihan lain dari fakultas ini adalah jaraknya yang lumayan dekat dengan perkampungan Mahasiswa di 10th District, sekitar 15 menit dengan banyak pilihan kendaraan.

  1. Fakultas Dakwah Islamiyah

Fakultas ini juga sama-sama mempunyai jarak yang dekat dengan pemukiman mahasiswa asing di 10th dan 7th District. Fakultas ini tergolong masih baru dan belum dikenal di kalangan Mahasiswa Indonesia. Namun mata kuliah yang diajarkan cukup menarik, selain diajarkan tentang skill para Juru Dakwah, juga dipelajari materi-materi mendasar dari dakwah seperti Dakwah Rasul, Aliran-aliran keagamaan, syariah dan ushul, hadits dan tafsir. Lebih menarik lagi, para dosen di fakultas ini adalah para da’i yang tersohor di Mesir.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa segera menghubungi Call Center (Whatsapp) ECC: 0812 9222 0003.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Al-Azhar University”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *